Kamis, 10 Maret 2016

Dear Diary,

Tuesday,
Memang banyak yang menyatakan bahwa sahabat itu orang yang selalu bersama kita dalam kurun waktu yang lama. Tapi tidak bagiku, sahabat yang selalu bersamaku waktu SD dulu, nggal sebaik sahabat baruku di MTs. Aku baru menyadarinya, ternyata dia tidak bisa menjaga rahasiaku di SD dulu. Not let anything! I thought everything was fine  haha . No problem... Masih banyak orang maupun teman yg lebih menyayangi kita dengan tulus. Oupss!!! Jangan lupa bahwa mereka nantinya yang akan membutuhkanmu. Bagiku sahabat sejati itu :
> Selalu bisa menghargai
> Nggak saling curiga
> Benar-benar menjaga rahasia
> Selalu saling percaya
Tapi ini beda banget.. dia mengumbar semuanya didepan kawan-kawannya yg baru tanpa sepengetahuanku.. 樂 sangat menjengkelkan, Namun mau bagaimana? semuanya telah terjadi 樂. Tak bisa percaya padanya lagi, kita anak muda kalo ada temen gitu gelarnya ya CEPU . ..
Tapi aku ingin bisa berteman dengan semuanya tanpa ada rahasia yang disembunyikan, kecuali pribadi .. 
Foto yang kuambil ketika masih saling setia, yang kini sudah reda, hanya sedikit dari kata SETIA
Tapi ini adalah foto teamanku yg setia >> :) :) :)

Rabu, 17 Februari 2016

                                               8 x 3 = 23


Ada seorang anak pandai ,, sebut saja Si Pandai di sebuah desa yang kecil namun berpendidikan. Ia sangat cerdas, sehingga membuat Sang Guru Bijak menjadikannya murid tersayang. Namun disisi lain ada seorang anak yang bodoh. Si Bodoh ternyata iri pada Si Pandai. Maka pada suatu hari Si Bodoh menantang Si Pandai.
"Hai, kau! Jika kau memang pandai, kau harus menjawab berapa hasil dari 8 x 3 !??" Tanya Si Bodoh dengan santainya
"??? Jawabannya ya 24 lah, " Si Pandai menjawab dg penuh keyakinan.
"Salah! Yang benar adalah 23!"
"Kau ini bagaimana, dimana-mana 8 x 3 ya 24"
"Kalau kau tidak percaya, aku berani bertaruh! Kita tanyakan saja kepada Sang Guru Bijak. Jika jawabanmu benar maka penggallah kepalaku, tapi jika jawabanku yang benar maka kau harus melepas topi kesayanganmu itu!"
"Sudahlah wahai saudaraku,jangan bicara begitu. Aku tidak ingin kau mati"
Akan tetapi Si Bodoh terus memaksa Si Pandai untuk bertaruh. Akhirnya Si Pandai pun menerima tantangannya dengan rasa khawatir. Merekapun berjalan menuju rumah Sang Guru Bijak.
Sesampainya disana mereka berdua menceritakan semuanya kepada Sang Guru Bijak. Lalu Sang Guru Bijak pun menjawab peranyaan itu dengan tersenyum dan mengatakan , "Iya, memang benar 8 x 3 adalah 23 "
Dengan penuh kekesalan Si Pandai pergi meninggalkan Gurunya dan berkata "Lebih baik aku tinggal di kampungku yang penuh dengan kejujuran, dan kebenaran"
Lalu Sang Guru tersenyum "Bila itu keputusanmu maka pergilah, tapi hati2 dijalan. Sebentar lagi akan ada hujan, dan ingat jangan kamu duduk di bawah pohon beringin itu, karena pohon itu akan tumbang nantinya."
Si Pandai pun langsung pergi meninggalkan Gurunya. Sementara Si Bodoh terus kegirangan mendengar jawaban Sang Guru.
Benar juga, tak jauh dia berjalan dari rumah Gurunya hujan pun turun dengan begitu deras. Ia melihat pohon beringin di pinggir jalan, namun ia ternyata ingat pesan Gurunya. Tak berapa lama ia mengingat , pohon itupun tumbang dan ia pun merenung " Guruku memang benar, aku salah telah meninggalkannya pasti ia punya alasan tersendiri"
Ia pun langsung berbalik arah kembali ke rumah Gurunya. Ternyata Gurunya telah menunggunya di depan rumahnya.
Sang Guru Bijak berkata "Aku berbohong karena aku tau kau benar, namun apakah kau mau kehilangan saudaramu? Tentu tidak ada jika 8 x 3 = 23. jawabannya pasti 24. Apa kau sekarang mengerti?
Si Pandai pun tertunduk malu mendengar Gurunya. Dan ia pun langsung memahaminya dengan baik.
Sekian.. :) :) :)